Senin, 23 Mei 2011
اللهم اجعل خير عمري أخره و خير عملي خواتيمه و خير أيامي يوم لقائك Allaahummaj’al khayra ‘umrii aakhirahu wa khayra ‘amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa’ika “Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)” Amien…amien…Ya Robbal Alamin…
Selasa, 26 April 2011
“Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu”
“Ya Allah,
kami bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdaus-Mu, tidak juga kami mampu akan siksa api neraka-Mu, berilah hamba-Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami, sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun, Sang Maha Agung.
Ya Allah,
dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai, anugrahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung, umur kami berkurang setiap hari, sedangkan dosa-dosa kami terus bertambah
adakah jalan upaya bagi kami.
Ya Allah, hamba-Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadap-Mu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepada-Mu, ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan, bila Engkau Campakkan kami, kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dari-Mu”.
“Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu”.
(Ali bin Abi Talib)
Renungan n kisah inspiratif
Senin, 18 April 2011
Sabtu, 09 April 2011
SI BUTA MERABA MATAHARI
Sebuah kisah seorang anak kecil yang semenjak lahir tuna netra. Dia sama sekali tidak tahu bentuk matahari, Biasanya dia hanya mendengar orang lain berkata," Matahari, matahari !". Oleh sebab itu dia bertanya kepada orang lain bagaimana bentuk matahari itu.
Pada suatu waktu, si buta kecil itu bertemu dengan seseorang, lalu dia bertanya pada orang ini, " Bisakah kau jelaskan padaku bagaimana bentuk matahari itu ?. Lalu orang ini berkata," Bentuk matahari seperti bola, tapi besar !" dan orang itu memukul-mukul seperti membawa bola, dan berkata, " Dug..dug..dug..seperti inilah bentuk matahari. Setelah mendengar bunyi itu, si buta kecil mengingatnya baik-baik dalam hati. Sambil bergumam berkata, " Oh, rupanya matahari seperti ini toh."
Beberapa waktu kemudian, ketika si buta kecil berjalan-jalan dia mendengar suara bedug berbunyi, " Dug..dug..dug..."
Lantas dia berteriak gembira, " Matahariku sudah datang, aku mendengar suaranya."
Pada suatu waktu si buta kecil bertemu dengan orang lain lagi. Orang ini berkata," Matahari itu mempunyai sinar nak,seperti lilin." Dan orang ini mengambil sebatang lilin dan menyuruh dia merabahnya. Dia mengingatnya baik-baik bentuk matahari ini, di dalam hatinya berkata, " Rupanya demikian bentuk matahari ini ya."
Pada suatu hari, ada seseorang memberinya Sosis, setelah si buta kecil meraba sosis ini.Dia bergumam." Bukankah ini matahari ?
Dengan gembira dia berteriak, " Horeeee...aku sudah mendapatkan matahari, matahari sudah ada di tanganku !"
Sebenarnya matahari dengan bola, matahari dengan lilin, Perbedaannya terlalu besar, tetapi bagi si buta kecil ini berdasar penjelasan yang minim dari orang lain, akhirnya tidak bisa mengetahui dengan jelas perbedaan besar matahari dengan benda lainnya. Begitu pula halnya Orang yang hanya mendengar sedikit penjelasan dari orang lain yang minim dan mempercayainya, menganggap diri sendiri sudah pintar dan menguasai seluruhnya, orang tersebut perlu di kasihani.
Jika kita ingin mengetahui sebuah kenyataan dan mendapat pengetahuan sahabat, Kita harus dengan rajin mencermati dan mencari asal muasalnya dan menguasainya. Dengan demikian baru kita bisa memutuskan bentuk barang tersebut dengan tepat, akurat, dan terpercaya.
Fa tabayyanuu!!.... "alhujurat 49 :6
>>>by : Ari Wahyu Nur Saputra<<<
Kamis, 31 Maret 2011
Belajarlah.................
Belajarlah memaafkan kalau ingin dimaafkan ,
Belajarlah menghormati kalau ingin di hormati ,
Belajarlah memahami kalau ingin di fahami ,
Belajarlah menyayangi kalau ingin di sayangi ,
Belajarlah menghargai kalau ingin dihargai ,
...Belajarlah menyenangi kalau ingin di senangi ...
Selasa, 22 Maret 2011
Hahahaha...Lucunya Belajar Lawan Kata!!
Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.
Murid-murid : Selamat pagi, Bu Guru!
Bu Guru (dengan suara melengking) : Mengapa bilang selamat pagi saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?
Murid-murid : Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru.....
Bu guru : Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.
Murid-murid : Selamat sejahtera Bu Guru!
Bu guru : Sama-sama, duduk! Dengar sini baik-baik. Hari ini Bu Guru mau menguji kalian semua tentang perlawanan kata atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kamu semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?
Murid-murid : Mengerti Bu Guru...
Guru : Pandai!
Murid-murid : Bodoh!
Guru : Tinggi!
Murid-murid : Rendah!
Guru : Jauh!
Murid-murid : Dekat!
Guru : Berjaya!
Murid-murid : Menang!
Guru : Salah itu!
Murid-murid : Betul ini!
Guru (geram) : Bodoh!
Murid-murid : Pandai!
Guru : Bukan!
Murid-murid : Ya!
Guru (mulai pusing) : Oh Tuhan!
Murid-murid : Oh Hamba!
Guru : Dengar ini...
Murid-murid : Dengar itu...
Guru : Diam!!!!!
Murid-murid : Ribut!!!!!
Guru : Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!
Murid-murid : Ini adalah jawaban, pandai!!!
Guru : Mati aku!
Murid-murid : Hidup kami!
Guru : Saya rotan baru tau rasa!!
Murid-murid : Kita akar lama tak tau rasa!!
Guru : Malas aku ngajar kalian!
Murid-murid : Rajin kami belajar bu guru...
Guru: Kalian gila semua!!!
Murid-murid : Kami waras sebagian!!!
Guru : Cukup! Cukup!
Murid-murid : Kurang! Kurang!
Guru : Sudah! Sudah!
Murid-murid : Belum! Belum!
Guru : Mengapa kamu semua bodoh sekali?
Murid-murid : Sebab saya seorang pandai!
Guru : Oh! Melawan, ya??!!
Murid-murid : Oh! Mengalah, tidak??!!
Guru : Kurang ajar!
Murid-murid : Cukup ajar!
Guru : Habis aku!
Murid-murid : Kekal kamu!
Guru (putus asa) : O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid-murid : K.O. Pelajaran belum mulai!
Guru : Sudah, bodoh!
Murid-murid : Belum, pandai!
Guru : Berdiri!
Murid-murid : Duduk!
Guru : Bego kalian ini!
Murid-murid : Cerdik kami itu!
Guru : Rusak!
Murid-murid : Baik!
Guru (stres) : Kamu semua ditahan siang hari ini!!!
Murid-murid : Dilepaskan tengah malam itu!!!
Bu Guru mukanya merah padam dan tanpa bicara lagi mengambil buku-bukunya dan keluar ruangan. Sebentar kemudian, loceng pun berdering.
Murid-murid merasa lega karena guru yang paling ditakuti oleh mereka telah keluar. Walau bagaimanapun, mereka merasa bangga kerana telah dapat menjawab semua pertanyaan tadi.