Selasa, 02 November 2010

Memang benar...Hidup itu ternyata sebuah PILIHAN......

Aku pernah berfikir, bahwa setiap manusia pasti ingin memiliki seorang kekasih. Kekasih yang akan terus bersamanya, sehidup semati, dalam suka maupun duka tak akan terpisahkan. Sekarang, aku memilih amal sholeh sebagai kekasihku. Karena ternyata hanya amal sholeh-lah yang akan terus menemaniku, bersamaku, bahkan menemaniku dalam kuburku, kemudian amal sholehku pula lah yang menemaniku menghadap Allah.

 

Aku pernah berfikir, setiap manusia pastilah punya goresan masalah dengan manusia lain, sehingga wajar jika manusia memiliki musuh masing-masing. Kini aku memilih menjadikan setan sebagai musuh utamaku, sehingga aku lebih memilih melepaskan kebencian, dendam, rasa sakit hati, dan permusuhanku dengan manusia lain.

 

Aku pernah selalu kagum pada manusia yang cerdas, dan manusia yang berhasil dalam karir, atau kehidupan duniawinya. Sekarang aku mengganti kriteria kekagumanku ketika aku menyadari bahwa manusia hebat dimata Allah, adalah hanya manusia yg bertaqwa. Manusia yg sanggup taat kpd aturan main Allah dlm menjalankan hidup n kehidupannya.

 

Dulu aku akan marah dan merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain berlaku zhalim padaku, menggunjingkan aku, menyakiti aku dengan kalimat-kalimat sindiran yg disengaja untuk menyakitiku. Sekarang aku memilih utk bersyukur dan berterima kasih, ketika meyakini bahwa akan ada transfer pahala dr mereka untukku jika aku mampu bersabar... Dan aku memilih tidak lagi harus khawatir, karena harga diri manusia hanyalah akan jatuh dimataNya, ketika dia rela menggadaikan dirinya untuk mengikuti hasutan setan.

 

Dulu aku yakin, dgn hanya khatam Al Qur'an berkali-kali maka jiwaku akan tercerahkan. Kini aku memilih untuk mengerti dan memaknai artinya dengan menggunakan akalku, dengan mengaktifkan qolbuku dan mengamalkannya dalam keseharianku, maka pencerahan itu baru bisa aku dapatkan.

 

Ketika aku harus memilih...bantu aku Yaa Rabb, utk selalu memilih yg benar dimataMu...


sumber Renungan N Kisah Inspiratif (fb)

Rabu, 27 Oktober 2010

KUE- KUE Menggoda SELERA..... Ssssst..Menerima pesanan untuk kantor juga loh...:)


Kue-Kue Menggoda Selera!!!

Serabi / Selong 2500
Onde-Onde 3000
Naga sari 3000
Lumpur @3500
Lemper @4000
Kamer @3000
Arem-arem @3500
Sambosa @2500(matang),@2400(mentah)
Pastel @3500(matang),@3000(mentah)
Risoles @3500(matang),@3000(mentah)
Kroket @4000, setengah matang @3500
Bongko pisang @3500
Bongko mentuk @4000
Roti cane @2500
Apem Selong @2500
Tahu isi @2500
Pepes @17.500
Donat isi coklat 2000
Donat kentang 2000
Untuk-untuk @2500
Makroni Cup 3000
Sus 3000
Puding Kentang @3000/potong
Nasi Bungkus 15.000 (Isi disesuaikan)
Bluder

Delivery Order Jakarta, Bekasi, Tangerang
Ongkos disesuaikan menurut daerahnya

Pemesanan Lebih Lanjut :
0818 772 446

Kue-Kue Menggoda Selera!!!


Delivery Order Jakarta, Bekasi, Tangerang
Ongkos disesuaikan menurut daerahnya

BOGOR, Bandung bisa TRAVEL

Ssssst..Menerima pesanan untuk kantor juga loh...:)

Pemesanan Lebih Lanjut :
0818 772 446

Selasa, 26 Oktober 2010

Ya Allah Maafkan semua kesalahan kami.....

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ,

نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَىعَذَابَكَ , إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ.

اللَّهُمَّ عَذِّبِ الْكَفَرَةَ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ , وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ ,

وَيَقْتُلُوْنَ أَوْلِيَائَكَ , اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ,

وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ , وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ , وَأَلِّف بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ,

وَاجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ ,

وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ

وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ ,

وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ , إِلَهَ الْحَقِّ , وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ .

“Ya Allah, Sesungguhnya kami mohon pertolongan serta ampunan kepada-Mu, kami tidak ingkar kepada-Mu, kami beriman kepada­Mu dan berlepas diri dari orang yang berbuat keji terhadap-Mu.
Ya Allah, hanya kepada-Mu lah kami beribadah clan hanya untuk­Mu lah kami sholat dan sujud. Kepada-Mu kami bergegas dan bersegera (kembali), kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan siksa-Mu, sesungguhnya siksa-Mu yang dahsyat itu akan menimpa orang-orang yang kafir.
Ya Allah, berikanlah adzab kepada orang-orang kafir yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan-Mu, yang mendustakan Rasul-rasul-Mu dan yang membunuh para pembela dan penolong­Mu.
Ya Allah, ampunilah (dosa-dosa) kaum mukminin dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat, perbaikilah hubungan antar sesama mereka dan satukanlah hati-hati mereka, anugerahkanlah dalam hati mereka iman dan hikmah, dan tetap teguhkanlah mereka diatas millah (agama) Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam , karuniakanlah kemampuan atas mereka agar dapat memenuhi janji yang telah Engkau buat dengan mereka, menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka,    hai Ilah Yang Haq, dan jadikanlah kami bagian dari mereka. “

Tidaklah kalian ingin tahu penduduk Surga?


 Menjelang wafatnya, Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabat, “Wahai kaun muslimin! Aku adalah nabi, pemberi nasehat dan penyeru kepada Agama Allah bagimu. Aku laksana saudara, dan laksana ayah yang welas asih. Jika ada orang yang pernah kusakiti maka berdirilah dan balaslah yang sepadan sebelum aku dibalas pada hari kiamat nanti.”

 

Tidak ada seorangpun yang berdiri. Tiba tiba seorang sahabat bernama Akasyah berdiri. Ia berdiri dihadapan nabi Saw, “Wahai Rasul, dulu aku pernah bersama mu dalam perang badar. Untaku mengikuti untamu. Ketika aku mendekatimu, Kau pukul untamu agar berlari kencang. Namun ternyata pukulan itu mengenaiku. Aku tidak tahu apakah itu Kau sengaja memukulku ataukah memang Kau ingin memukul unta?”

Rasulullah berkata, “Wahai Bilal, pergilah ke rumah fatimah dan ambillah cambukku. Lalu Bilal pun berangkat dengan hati yang sedih. Sesampai di rumah Fatimah, Bilal mengetuk pintu.

 

“Siapa diluar?” tanya fatimah.

 

“Aku, Bilal. Aku datang untuk mengambil cambuk Rasulullah,” jawab Bilal.

 

“Apa yang akan dilakukan oleh ayahku?”

 

“Fatimah, ayahmu menyerahkan dirinya untuk di qishash.”

 

“Bilal… siapa yang tega hendak mengqishash ayahku?”

 

“Akasyah.”

 

Bilal mengambil cambuk dari rumah Fatimah. Ia masuk ke masjid dan menyerahkan cambuk itu kepada Akasyah. Orang orang hanya terdiam menahan sedih yang tiada terkira. Dalam keadaan sakit keras dan hendak menemui ajal seperti itu, Rasulullah Saw akan diqishash oleh sahabatnya sendiri. Betapa teganya dia. Melihat yang demikian ini, dua sahabat nabi yaitu Abu Bakar dan Umar berdiri dan berkata, “Akasyah! Kami berada di hadapanmu. Qishash saja diri kami sebagai pengganti rasulullah.”

 

“Duduklah kalian berdua.” Perintah Rasulullah Saw.

 

Ali pun berdiri dan berkata, “Akasyah… seumur hidup aku selalu berada dihadapan Rasulullah Saw, aku tidak rela kamu mengqishash diri Rasulullah Saw. Ini punggungku. Ini dadaku. Cambuklah aku sebagai ganti rasulullah.”

 

“Duduklah kau Ali.”

 

Hasan dan Husin pun kemudian berdiri dan berkata, “Akasyah, kamu tahu bahwa kami adalah dua cucu Rasul. Maka mengqishash kami sama saja dengan mengqishash rasulullah Saw. Maka qishash lah kami.”

 

“Duduklah kalian wahai permata hatiku.” Jawab rasulullah.

 

“Akasyah, cambuklah aku sebagai balasannya.” Pinta Rasul segera.

 

“Wahai Rasulullah, ketika engkau mencambukku, aku dalam keadaan tidak berbaju. Maka tanggalkanlah bajumu agar keadaanmu seperti keadaanku dahulu.”

 

Rasulullah Saw menanggalkan bajunya. Setelah Akasyah melihat putihnya tubuh Rasulullah, ia segera memeluk dan menciumi tubuhnya seraya berkata, “Wahai rasul, siapakah orang yang tega mengqishash-mu? Aku lakukan ini semua agar aku bisa memeluk dan menciumi tubuhmu. Dengan demikian tubuhmu akan menyatu dengan tubuhku sehingga Allah akan menjagaku dari api neraka karena kemuliaan tubuhmu.”

 

Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah kalian ingin tahu penduduk Surga? Lihatlah orang ini!” semua orang yang hadir disitu berdiri dan menciumi Akasyah seraya berkata, “Alangkah berbahagialah engkau. Engkau memperoleh derajat yang tinggi karena cintamu kepada Rasulullah SAW.”

Sudahkah kita mencintai Rasulullah SAW?

 

Semoga yang sekelumit ini bisa bermanfaat

sumber Renungan N Kisah Inspiratif  (FB)

Selasa, 19 Oktober 2010

TERIMA KASIH, MUSUH ..!!

Terima kasih, musuh...!

 

Engkau mengajariku bagaimana mendengar kritik yang pedas tanpa harus merasa galau. Engkau mengajariku bagaimana harus terus melangkah di jalan yang telah kutempuh tanpa ragu, meski kadang aku harus mendengar kata-kata yang kurang pantas atau tidak layak. Sungguh, ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang tidak bisa didapatkan secara teori, bahkan oleh seseorang yang telah berupaya dan berupaya. Sampai kemudian Allah mendatangkan orang lain sebagai pelatih, yang memaksa meneguk pil pahit untuk pertama kalinya, agar terbiasa untuk selanjutnya.

 

Terima kasih, musuh...!

 

Engkaulah penyebab lahirnya pendisiplinan diri; agar diri tidak hanyut oleh pujian para pemuji. Sungguh, Allah menjadikanmu sebagai penyeimbang. Agar, seseorang tidak tertipu oleh pujian, atau sanjungan orang yang berlebihan, atau ujub yang tidak pada tempatnya, dari para pengagum yang hanya melihat kebaikan dan kebaikan belaka. Berbeda dengan engkau! Engkau tidak melihat kecuali dari sisi lain. Atau, engkau sejatinya melihat kebaikan tapi engkau buat ia menjadi buruk.

 

Terima kasih, musuh...!

 

Engkau telah mencela lisan-lisan pembela kebenaran, menyerangnya, juga menentangnya, yang karenanya mengobarkan sikap pembelaan yang hebat.

 

Jika bukan karena nyala api yang membakarnya Aroma harum kayu gaharu takkan ada yang tahu

 

Terima kasih, terima kasih! Engkau mempunyai kelebihan ,sekalipun tidak engkau inginkan, dalam menciptakan iklim keseimbangan, juga obyektifitas sebuah pemikiran. Kadang, manusia meletakkan al-haq melampaui kadarnya. Dan engkau, menjadi penyebab ditegakkannya keseimbangan. Penyebab adanya evaluasi dan perbaikan. Maka, janganlah engkau diperbudak kemarahan atas sebab penolakanmu. Sebab seseorang, jika kepentingan telah masuk, tak dapat lagi melihat dan berpikir jernih. Yang tersisa hanya menolak dan menentang. Tak ada lagi ketenangan dan kehati-hatiaan dalam dirinya. Tak ada lagi kecermatan dalam memandang pendapat orang yang berbeda dengannya. Padahal, boleh jadi yang berbeda itu benar, meski hanya sedikit.

 

Terima kasih, musuh...!

 

Sungguh, Engkau telah mengasah semangat, menciptakan tantangan, membuka arena, dan menggelar kompetisi. Hingga setiap orang benar-benar terobsesi memenangkan dirinya, berambisi meningkatkan dirinya, tuk meraih kedudukan yang tinggi nan utama. Ya, berlomba adalah sunnah syar'iyah, adalah ketentuan Rabbani. Bukankah Allah berfirman, "Maka, pada yang demikian itu hendaklah manusia mau berlomba."

 

Tentu, kemuliaan sebuah perlombaan, didasarkan pada tata-cara yang mulia, tujuan yang benar, media yang sehat, serta rongga yang bersih.

 

Terima kasih, musuh...!

 

Engkaulah yang menempa kami untuk berlatih bersabar, berlatih tabah dalam menghadapi cobaan, dan berlatih membalas keburukan dengan kebaikan sekaligus penolakan.

 

Terima kasih, musuh...!

 

Ya, timbangan kebaikan seseorang kelak, kadang bukan buah dari amal shalih yang ia lakukan. Tetapi, ia buah dari kesabaran, buah dari bersikap baik, buah dari ridha atas ketentuan-Nya, buah dari bersikap memaafkan.....

 

Wahai yang meMusuhiku...,

aku sadar betul bahwa sebagian dari kata-kata ini membuatmu tidak berkenan, atau bahkan terasa menyesakkan hati. Tapi, sungguh saya tidak bermaksud membuatmu begitu. Sejujurnya saya katakan, engkau adalah teman sejati. Engkau adalah saudaraku seagama, sekalipun terdapat perbedaan pendapat di antara kita. Kalau saja kita mau melihat titik persamaan, cukup banyak yang bisa kita temukan.

 

by:Syaikh Salman Fahd Audah

Sabtu, 16 Oktober 2010

Ragam Penyajian Roti kantong dan Pita Bread...Ehmmm Yummy..:)

Pizza With Roti Kantong

Gampang aja, tinggal panasin rotinya..tusuk dengan garpu agar tidak mengembang.
Olesi diatasnya saus tomat.
Taruh diatasnya berturut-turut

Bawang bombay potong tipis-tipis
Paprika potong dadu
Daging Asap
Keju quick melt
Taburi diatasnya oregano

Panggang dengan api sedang
Jadi deh pizza yang lezat



Tuna with Pita Bread

Tumis tuna kaleng (buang minyaknya) dengan setengah siung bawang bombay atau 3 bawang merah + setengah tomat potong kotak2 + cabe keriting.
Bagi roti menjadi 2 bagian
Tarus didalamnya selada + tom
at + tuna yang sudah ditumis
Beri Mayonise
Beri saus sambal sesuai selera

NB. Roti Kantong atau Pita Bread bisa dipesan di 0818 772 446 (mumpung Ready stok nih )
Keterangan, klik
DISINI YA