Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

Parade Buku / Majalah Tutorial Hijabers kereeen...mau?




Daftar buku tutorial hijab :
1. Hijab style hijaber community+dvd @68.000, min 3 @60.000, min 6 @58.000
ada 28 tutorial hijab
2. Hijab for mom @40.000, min 3 @37.500, min 6 @35.000
ada 14 tutorial hijab
3. Simple & chic @40.000, min 3 @37.500, min 6 @35.000
ada 24 gaya berhijab
4. April jasmine @45.000, min 3 @42.500, min 6 @40.000
ada 20 tutorial hijab
5. Hijab in style Flowers +vcd @45.000, min 3 @42.500, min 6 @40.000
ada 25 tutorial hijab
6. Beauty hijab's style @35.000, min 3 @32.500, min 6 @30.000
ada 17 tutorial
7. Make over your hijab style @35.000, min 3 @32.500, min 6 @30.000
ada 25 tutorial hijab

0818 772 446
pin bb 28000b84

Minggu, 05 September 2010

Lovely Ramadhan : Kisah-kisah tak terlupakan seputar Ramadhan

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Deni Ardiansyah, dkk
Hikmah yang terserak dikumpulkan kembali. Menyirami hati agar tak kering dan gersang lagi. Sejukkan lagi hati Anda dengan membaca buku berisi vitamin hati ini.

Dikoordinir oleh Dani 'Kang Momod' Ardiansyah, 60an penulis mengisahkan kenangan dan harapan tentang Ramadhan.

"Bolehkah aku meminta, Tuhan, agar Ramadhanku kali ini akan berbeda? Kuharap ya. Aku ingin kali ini lebih suci, lebih bersih, lebih bermakna, lebih dalam menghujam dada. Aliran darah yang lebih syahdu tentu akan lebih baik juga untuk jasadi. Jiwa pun akan lebih tenang. Jiwa sehat, tubuh kuat. Siapa yang tak suka? Apalagi bila Allah semakin cinta, semakin ridha padaku.
No more uncontrollable anger.
No more bad-tempered.
...
Sayang sekali, keterpautan dengan lingkungan yang saling mendukung perkembangan ruhiyah sempat terputus. Dan setan betul-betul lihai memanfaatkan kesempatan itu. Rimbunnya amal perlahan-lahan mengering di pucuk-pucuk rantingnya. Gugur. Satu demi satu. Daun demi daun, amalku rontok. Ranting demi ranting. Cabang-cabang kecil. Cabang-cabang yang agak kuat pun akhirnya patah.
Setan memang selalu mengajak mengikuti langkahnya secara perlahan. Pelan namun pasti, aku menjauh dari ridhaNya. Shalatku hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Ramadhanku...ah! Puasaku tanpa makna. Al Qur’an kembali terabaikan. Suara-suara Rabbani sayup terdengar, namun hati lagi tak peduli.
Kembali gersang. Kering. Setan berpesta.
Sebaliknya, aku sunyi. Hati seperti mati."
(Wipe Out My Essence, Lin Wulynne, page 183-187)

Judul Buku: Lovely Ramadhan, Kisah-kisah Tak Terlupakan Seputar Ramadhan
Penulis: Dani Ardiansyah, dkk.
Penyunting: Indscript Creative
Layout: Indie-Publishing.com
Cover: Dani Ardiansyah
Cetakan: I
Penerbit: Indie Publishing
Halaman: 309
ISBN: 978-602-97031-3-9

INGIN MEMILIKI? Silakan SMS 0818 772 446

Selasa, 13 April 2010

NEW PACKAGE OF HAPPINESS

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Professional & Technical
Author:Ahmad Faris
INFO BUKU:
The New Package of Happinness, Ahmad Faris
Soft Cover; 12.5 x 19 cm, 236 halaman, Harga: Rp. 45.000,-

Keunggulan:
- Disampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna dan menghibur
- Tema kebahagiaan sangat luas pasarnya dan buku ini mampu menampilkan rahasia kebahagiaan dengan cara yang baru
- Dikemas secara menarik (banyak ilustrasi menyegarkan di dalamnya)


Jika dalam hidup Anda pernah terluka, merasa kurang beruntung, luput dari banyak kemudahan, atau sering mengalami kegagalan...
Jika Anda pernah merasa dilecehkan, punya persoalan berat, atau pernah merasa sangat kehilangan...
Jika Anda pernah merasa dijauhi oleh orang-orang yang Anda cintai, dikhianati, atau merasa sepi di tengah segala kebercukupan hidup...
Jika Anda pernah merasa hidup ini hampa,membosankan, penuh beban, materi dan
keluarga seperti hampa arti...
...Maka bingkisan ini untuk Anda. Dibingkiskan tanpa syarat apa pun, dan tidak ada pekerjaan khusus yang harus Anda lakukan untuk memetik kebahagiaan.
SEMAKIN BANYAK ORANG YANG BERBAHAGIA, KAMI SEMAKIN BAHAGIA. Yuk gabung dan ajak orang yang kau sayangi bergabung. Kita menularkan bahagia....

NB. Pemesanan buku ini bisa melalui 0818 772 446
Dapatkan diskon khusus 20% pembelian minimal 3 biji

Rabu, 24 Maret 2010

Sebelum Jauh-Jauh Mencari Solusi, Perbaiki SHOLAT Kita....

Sebelum jauh-jauh mencari solusi, perbaiki sholat kita. Sebuah judul buku yang diterbitkan Tarbawi Press. Buku ini benar-benar menjawab segala kegalauan kita akan segala persoalan hidup yang setiap hari akrab dengan kita.

Sholat adalah energi ketertundukan penghambaan kepada Allah. Seberapa sadarkah kita hari ini bahwa sholat merupakan awal dari kinerja kita dalam hidup. Ketika sholat terpelihara secara baik dan "bermakna", maka dampak positif akan terasa dalam menjalani keseharian. Tapi ketika shalat kita tak bermakna, maka rasakanlah bahwa apapun yang kita lakukan tiada akan ada keberkahan di dalamnya. Betapa harus kita sering mengingatkan diri bahwa ibadah yang pertama kali dihisab di akhirat nanti adalah sholat. Rasul bersabda : "Yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat ialah shalatnya. Jika shalatnya lurus (khusyu' dan benar) maka luruslah semua amalnya. Tetapi jika ia rusak, maka rusaklah seluruh amalnya" [HR. Ath-Thabrani}. baca

Namun seberapa sering kita sadar bahwa sholat kita benar-benar substansial atau hanya sekedar rutinitas belaka??? Coba renungkan kembali : "Katakan : Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah, Tuhan semesta alam" (QS. Al-An'am:167). Maka selayaknya mulai hari ini kita kembali belajar sebelum jauh-jauh mencari solusi atas segala sesuatu yang terjadi, perbaiki dulu sholat kita. Dan ingatlah "Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah dihari esok dalam keadaan Muslim, hendaklah dia menjaga sholat-sholat mereka" [HR. Muslim}.
Haris Firdaus di dalam bukunya yang berjudul "Membuka Pintu Syurga" menjelaskan urgensitas shalat sebagai ibadah yang pertama kali diwajibkan dan sekaligus wasiat terakhir yang disampaikan Rasulullah pada umatnya. Maka tak salah jika shalat adalah tiang agama.

Namun, tak dapat dipungkiri menegakkan shalat dengan baik dan benar tidaklah seperti membalikkan telapak tangan atau sekedar bim salabim. Emangnya tukang sulap apa??. "Betapa banyak orang yang shalat, tetapi tidak ada bagian yang diperolehnya dari shalatnya melainkan lelah dan payah semata" {HR. Ibnu Majah]. "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya" (QS. Al-Maa'un:4-5).
QS. Al-Maa'un:4-5 ini menjelaskan tentang kecelakaan bagi orang-orang yang shalat yaitu orang yang terancam shalatnya, karena sebenarnya mereka mengarjakan shalat, namun dalam mengerjakannya penuh kelalaian.

Ada beberapa kategori kelalaian yang dijelaskan Haris Firdaus dari ayat ini. Yang pertama adalah orang yang tidak memelihara shalat fardhu yang lima waktu. Buat mereka yang sering kali meninggalkan shalat, berarti masuk ke dalam kategori pertama dan tercatat sebagai yang lalai. Kategori kedua adalah orang yang mengabaikan waktu shalat. Hebat sekali kalau saya pikir. Bayangkan, seenaknya saja orang melalaikan waktu shalat yang jelas-jelas ditandai dengan adzan sebagai panggilan suci. Dengan berjuta alasan tentunya. Namun begitu takutnya seorang siswa mendapat hukuman ketika datang terlambat ke sekolah atau seorang pekerja kantoran yang terlambat bertugas sehingga berpengaruh terhadap gajinya. Tapi kenapa begitu sulit dibangun suatu kedisiplinan 'waktu shalat' yang notabene adalah kewajiban mutlak seorang Hamba pada Penciptanya. Sang Pencipta yang adzabnya benar-benar sangat pedih!

Dari sisi lalai dalam shalat, sebenarnya ada tiga pengertian yang mendefinisikannya, yakni : Pertama, lalai sebelum shalat. Maksudnya ialah orang-orang yang melalaikan waktu-waktu shalat. Kedua, lalai saat mengerjakan shalat, salah satunya adalah kelalaian hati saat sedang berlangsung, tidak khusyu' dalam shalatnya padahal shalat adalah untuk mengingat Alllah. "Dirikanlah shalat untuk mengaingat-Ku" (QS. Thaaha:14) Bisa jadi saat sedang shalat, hati malah membayangkan yang lain, misalnya "Eh aku buku tadi aku letakkan di mana ya?, Ntar lagi film apaan?, Duh lapar, dll. Wah ternyata…gawat juga. Ketiga, lalai setelah shalat, yaitu shalat yang tidak memiliki imbas positif dalam kehidupan sehari-hari. Shalat dikerjakan tetapi tidak mampu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar. Shalat sich shalat, tapi masih suka ghibah (gossip), masih suka marah, masih suka suudzon, de el el. Masya Allah……..Jangan-jangan kita berada di salah satu kategori tersebut?
Astaghfirullah aladhziim..
Ayo Fastabiqul Khairat….. Menggapai Cinta-Nya
ww.ukhrie.blogspot.com

Buku ini bisa diperoleh di : http://www.rumahbukumufti.com/index.php?act=viewProd&productId=1558

Rabu, 17 Februari 2010

True Story : Aku Seorang Muslimah-Muallaf

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Lucy Bushill-Matthews
Judul buku: Aku Seorang Muslimah-Muallaf
Penulis: Lucy Bushill-Matthews
Penerbit: Lentera Hati, 2009
Tebal: xv + 358 halaman

Masih muda namun sudah berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Lucy Bushill-Matthews adalah remaja putri warga negara Inggris yang memutuskan menjadi muallaf saat berusia 19 tahun. Ketika itu dia masih kuliah di Cambridge University.

Bukan hanya menjadi muallaf, dia juga berani nikah muda saat masih jadi mahasiswi.

Kisah hidup Lucy sejak remaja hingga menjadi ibu dari tiga orang anak, dituangkannya dalam buku ini. Banyak suka-duka menjadi muallaf di Inggris. Mulai dari reaksi keluarga, interaksi dengan teman di kantor, pengalaman bepergian ke beberapa negara, hingga kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak muslim di Inggris, diungkapkannya dengan ringan, enak dibaca, dan mudah dimengerti.

Dari kisah hidup Lucy, banyak hal yang bisa diteladani, khususnya oleh remaja muslimah. Di awal keislamannya, dia berusaha menerapkan syariat Islam dengan teguh, seperti salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan mengenakan busana muslimah.

Selain itu, dia juga menolak mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal, dan ketat menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya.

Dengan kata lain, dia menolak pergaulan bebas, yang sudah menjadi hal biasa dalam pergaulan muda-mudi di barat! Ini yang perlu diteladani remaja-remaja muslimah, yang masih kerap tergoda dan terbawa arus pergaulan bebas, yang bisa merusak akhlak mereka.

Setelah menikah dengan pria pilihannya, Julian, Lucy kerap bepergian ke beberapa negara Islam, termasuk Indonesia. Dia juga melaksanakan rukun Islam kelima, naik haji ke tanah suci.

Julian adalah orang pertama yang mengenalkannya dengan Islam. Pria keturunan Iran ini adalah teman sekolah Lucy, yang punya pengetahuan agama cukup luas, dan taat beribadah.

Semua pengalaman dan interaksi Lucy dengan kaum muslim di berbagai belahan dunia diceritakannya dengan apik. Dengan jujur dia mengisahkan apa yang dia lihat dan temukan di negara-negara tersebut.

Tak lupa dia juga menyampaikan kritik atas perilaku umat Islam yang tidak bisa diajak berdisiplin. Mengantre, contohnya. Untuk urusan satu ini, dia harus mengakui tradisi di negaranya jauh lebih baik karena warganya sudah terbiasa mengantre dengan tertib dan sabar.

Meski berbeda agama dengan orangtua dan saudara-saudaranya, Lucy tetap memelihara silaturrahmi dengan mereka. Nampaknya dia sudah memahami dengan baik konsep silaturrahmi dengan orang berbeda agama dalam Islam.

Saat Natal, misalnya, Lucy berkumpul dengan keluarganya, namun tidak ikut dalam ritual Natal, dan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal. Keluarganya juga dapat memahami pendirian Lucy dengan keyakinan barunya.

Tak banyak buku tentang kisah hidup muallaf yang hidup di barat. Buku ini adalah otobiografi penulisnya, yang membeberkan dengan jujur dan apa adanya perjalanan hidup sang penulis sebagai seorang muslimah muallaf.

Banyak hal bisa diteladani dari kisah hidup Lucy, dan mereka yang sudah Islam sejak lahir tak perlu malu meneladaninya.
Justru kita malu karena kita tidak menjalankan ajaran islam secara kaffah.

sumber : http://dyhary.wordpress.com/